SDIT AN-Nahl Bintan Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana, Siswa Diajarkan Jadi Penyelamat



BINTAN (OK)
— Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, SDIT AN-Nahl Kebun Lima, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan menggelar pelatihan mitigasi dan keselamatan pada Jumat pagi, 21 Agustus 2026.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri Bapak Kusmayadi yang merupakan Komandan Tim Rescue salah satu perusahaan tambang batubara di Kalimantan. Beliau merupakan instruktur bersertifikasi nasional dan internasional, di antaranya sertifikat INSARAG PBB dari Ulan Bator Mongolia, SFC, MFR, K3, hingga POP.

Materi Lengkap Hingga Simulasi Gempa

Pelatihan tidak hanya sebatas teori. Para guru dan siswa dibekali pemahaman tentang pengertian bencana, prinsip dasar API, cara penggunaan APAR, teknik evakuasi, identifikasi potensi bahaya, manajemen risiko, hingga standar kelengkapan kotak P3K.

Puncak acara ditutup dengan simulasi massal bencana gempa bumi. Seluruh siswa dilibatkan langsung untuk mempraktikkan prosedur evakuasi menuju titik kumpul yang telah ditentukan dengan tertib dan aman.

"Setiap Guru dan Siswa Adalah Penolong"

Menurut Bapak Kusmayadi, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun budaya mitigasi di lingkungan sekolah. 

 "Kami ingin meminimalisir risiko bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa serta kerugian materi. Harapannya, guru dan siswa SDIT AN-Nahl mampu menjadi tim penolong pertama saat kondisi darurat," jelasnya.

Semangat itu juga ditegaskan dengan slogan kegiatan: _EVERYONE IS LIFE SAVER_ - Setiap Guru dan Siswa SDIT AN-Nahl Adalah Seorang Penolong.

Dalam pembukaan kegiatan, panitia juga mengingatkan ayat Al-Qur'an Surat Al-A'raf ayat 97-98 tentang pentingnya kewaspadaan terhadap datangnya bencana.

Jenis Bencana yang Dipelajari

Pada sesi materi, dijelaskan bahwa bencana dapat terjadi akibat 3 faktor utama:

1.  Bencana Alam: Gempa, tsunami, gunung meletus, banjir, kebakaran hutan, dan tanah longsor.

2.  Bencana Non-Alam : Gagal teknologi, epidemi dan wabah penyakit.

3.  Bencana Sosial: Konflik sosial dan aksi teror.

Pihak sekolah berharap pelatihan ini dapat membentuk generasi yang tangguh, sigap, dan peduli terhadap keselamatan diri maupun orang lain.

(Heri)

Lebih baru Lebih lama